Pendampingan Pengembangan Pembelajaran Seni Tari di SD

Authors

  • Mela Darmayanti Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Non Dwishiera C.A Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Pupun Nuryani Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Dwi Heryanto Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia
  • Ani Hendriani Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pendidikan Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26740/abdi.v8i1.11164

Keywords:

Pembelajaran seni tari, model tari pendidikan, media digital

Abstract

Pembelajaran seni tari turut mengembang tugas dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Kegiatan dalam pembelajaran seni tari hakikatnya dapat mengembangkan kreativitas siswa, dan menjadi media pengekspresian diri dalam rangka mengembangkan kemampuan intelektual siswa. Peran pendidikan seni tari tersebut harus difahami oleh setiap guru SD, sehingga guru SD harus memiliki kesiapan dalam pembelajaran seni tari. Namun berdasarkan hasil kuisioner, 46% guru SD di Jawa Barat menyatakan kondisi pembelajaran seni tari yang dilakukan kurang optimal, karena guru kurang memahami model pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas siswa melalui pembelajaran seni tari, terlebih di dalam kondisi pembelajaran jarak Jauh saat ini. Sebagai salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut, maka tim PkM melaksanakan kegiatan PkM dengan metode workshop (pelatihan) dan pendampingan tentang model pembelajaran tari pendidikan serta pembuatan media digital dalam pembelajaran seni tari pada guru-guru SD di Jawa barat. Hasil kegiatan menunjukan, peserta pelatihan (guru) merasa sangat puas dengan kegiatan yang telah dilaksanakan, dan sebagian besar peserta pelatihan memahami materi terkait model pembelajaran tari pendidikan dan memahami pembuatan media digital untuk pembelajaran seni tari.

Downloads

Download data is not yet available.

References

<p>David A. Jacobsen. 2009. Methods for teachy, terjemaha Ahmad Fawaid dan Khoirul Anam. Newjersy USA : Preason Education.</p><p>Djazuli, Muhammad. 2016. Pengembangan Kreativitas sebagai materi pendidikan seni. <a href="https://muhammadjazuli.wordpress.com/2016/04/07/pengembangan-kreativitas-dalam-materi-pendidikan-seni/">https://muhammadjazuli.wordpress.com/2016/04/07/pengembangan-kreativitas-dalam-materi-pendidikan-seni/</a></p><p>Girlando, A. P., &amp; Eduljee, N. B. (2012). Efficacy of Using Digital Technology in the Classroom. <em>Asian Journal of Control</em>, <em>14</em>(6), 17711771. <a href="https://doi.org/10.1002/asjc.637">https://doi.org/10.1002/asjc.637</a></p><p>Jo Shan Fu, ., &amp; Fu, J. S. (2013). ICT in Education¯: A Critical Literature Review and Its Implications. <em>International Journal of Education and Development Using Information and Communication Technology</em>, <em>9</em>(1), 112125.</p><p>Kraus, richard. 1990.  History of the dance and education. United states : Pearson</p><p>Read, Herbert. 1970. Education Trought Art. London: Faber and Faber.</p><p>Ross, Malcom. 1983. The Aesthetic Impuls. Oxford: Pergamon Press.</p><p>Surya, Mohamad. 2014. Psiko;ogi guru Konsep dan Aplikasi dari guru untuk guru. Bandung : Alfabeta.</p><p>UNICEF/UNI318980/Wilander. (2020). Indonesia: Survei terbaru menunjukkan bagaimana siswa belajar dari rumah.</p><p>Wickiser, Ralph L. 1974. Menuju ke Pendidikan Seni. (terjemahan Art Education to Art Education). Malang: P3T IKIP Malang.</p>

Downloads

Published

2022-09-10
Abstract views: 123 , PDF Downloads: 116