INOVASI DESAIN BUSANA AVANT-GARDE BERBASIS ELEMEN ARSITEKTUR MASJID HASSAN II DENGAN TEKNIK TUCKING BONING
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan desain dengan bentuk transformasi elemen arsitektur Masjid Hassan II ke dalam konsep desain busana avant-garde yang mengusung tema futuristik, mendeskripsikan proses pembuatan busana avant-garde dengan menerapkan teknik tucking boning, fringe, dan beads yang terinspirasi dari elemen arsitektur Masjid Hassan II, serta mendeskripsikan hasil jadi busana avant-garde bertema futuristik yang menggabungkan elemen arsitektur Islam dengan teknik manipulating fabric tucking boning. Metode yang digunakan adalah model Double Diamond, meliputi tahapan discover, define, develop, dan deliver. Discover yaitu menganalisis tren busana avant-garde dan eksplorasi elemen arsitektur. Define berfokus pada perumusan konsep dan moodboard. Develop mencakup pengembangan desain digital dan eksperimen teknik manipulasi kain. Deliver menghasilkan realisasi karya busana terpilih. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan teknik analisis data secara kuantitatif deskriptif. Berdasarkan dari aspek rancangan desain dengan bentuk transformasi elemen arsitektur Masjid Hassan II ke dalam busana avant-garde yang mengusung tema futuristik, dapat disimpulkan bahwa proses yang dilakukan sudah sesuai dengan keseluruhan rata-rata 66,6% dalam kategori sangat baik. Hasil dari aspek tahapan proses perancangan manipulating fabric tucking boning, fringe, dan beads yang terinspirasi dari elemen arsitektur Hassan II Mosque, dapat disimpulkan bahwa proses yang dilakukan sudah sesuai dengan keseluruhan rata-rata 100% dalam kategori sangat baik. Hasil dari aspek hasil akhir desain busana avant-garde bertema futuristik yang menggabungkan elemen arsitektur Masjid Hassan II dengan menerapkan teknik manipulating, dapat disimpulkan bahwa proses yang dilakukan sudah sesuai dengan keseluruhan rata-rata 100% dalam kategori sangat baik.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Antmen, Ahu. 2000. 20. yüzyıl batı sanatında akımlar [Gerakan seni Barat abad ke-20]. Istanbul, Turki: Sel Yayıncılık.
Arifin, H., & Ridlo, M. H. R. 2025. Implementasi Gamifikasi Berbasis Metode Double Diamond pada Aplikasi Fitme Meningkatkan Retensi Pengguna dalam Program Penurunan Obesitas. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, 5(8), 2311–2320.https://doi.org/10.52436/1.jpti.910
Bianca, Stefano. 2000. Islamic architecture: Form, function, and meaning. London, Inggris: Thames & Hudson.
Ching, Francis D. K. 2015. Architecture: Form, space, and order (4th ed.). Hoboken, NJ, Amerika Serikat: John Wiley & Sons.
Design Council. 2005. A study of the design process: The Double Diamond [PDF]. London, Inggris: Design Council. Retrieved from https://www.designcouncil.org.uk/our-resources/the-double-diamond
El-Gammal, Ahmed. 2018. The relationship between architecture and fashion design. International Journal of Design Studies, 12(2), 45–53.
Kawamura, Yuniya. 2005. Fashion-ology: An introduction to fashion studies. Oxford.
Leksono, Sonny. 2013. Penelitian kualitatif ilmu ekonomi: Dari metodologi ke metode. Jakarta, Indonesia: PT RajaGrafindo Persada.
Ozlem, Kaya. 2021. Avant-garde art and its reflections on contemporary design. Journal of Art and Design Research, 9(1), 15–23.
Rachman, Rizki Aulia. 2024. Nilai estetika dan spiritual dalam arsitektur Islam. Jurnal Arsitektur Nusantara, 8(1), 10–18. Surabaya, Indonesia: Universitas Negeri Surabaya.
Zoubir, Yahia H. 2002. Morocco and Hassan II Mosque: Architecture and cultural identity. Journal of North African Studies, 7(3), 89–102. London, Inggris: Routledge.