INOVASI DESAIN BUSANA AVANT-GARDE BERBASIS ELEMEN ARSITEKTUR MASJID HASSAN II DENGAN TEKNIK TUCKING BONING

Main Article Content

Shafira Putri Herdianti
Ratna Suhartini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rancangan desain dengan bentuk transformasi elemen arsitektur Masjid Hassan II ke dalam konsep desain busana avant-garde yang mengusung tema futuristik, mendeskripsikan proses pembuatan busana avant-garde dengan menerapkan teknik tucking boning, fringe, dan beads yang terinspirasi dari elemen arsitektur Masjid Hassan II, serta mendeskripsikan hasil jadi busana avant-garde bertema futuristik yang menggabungkan elemen arsitektur islam dengan teknik manipulating fabric tucking boning. Metode yang digunakan adalah model Double Diamond, meliputi tahapan discover, define, develop, dan deliver. Discover dilakukan melalui analisis tren busana avant-garde dan eksplorasi elemen arsitektur. Define berfokus pada perumusan konsep dan moodboard bertema Celestial Veil. Develop mencakup pengembangan desain digital dan eksperimen teknik manipulasi kain. Deliver menghasilkan realisasi karya busana terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perancangan busana avant-garde bertema futuristik ini berhasil mentransformasikan elemen arsitektur Masjid Hassan II dari tahap konsep hingga realisasi akhir busana. Moodboard berfungsi sebagai acuan visual utama yang dinilai efektif dalam mengarahkan keseluruhan proses perancangan. Kemudian proses perancangan yang dilakukan secara bertahap melalui metode Double Diamond membantu menghasilkan karya yang sesuai dengan konsep yang telah direncanakan. Penerapan teknik manipulating fabric seperti tucking, boning, fringe, dan beads digunakan untuk menerjemahkan struktur arsitektur Masjid Hassan II ke dalam bentuk busana. Serta secara keseluruhan, penelitian ini membuktikan bahwa penggabungan arsitektur dan fashion dapat menghasilkan karya busana yang unik, inovatif, dan bernilai estetis. Penelitian ini menjadi referensi bagi pengembangan desain busana berbasis arsitektur dalam ranah akademik maupun industri kreatif, sekaligus membuka peluang eksplorasi teknik manipulasi kain pada karya busana futuristik.

Article Details

How to Cite
Herdianti, S. P., & Suhartini, R. (2026). INOVASI DESAIN BUSANA AVANT-GARDE BERBASIS ELEMEN ARSITEKTUR MASJID HASSAN II DENGAN TEKNIK TUCKING BONING. JPBD (Jurnal Penelitian Busana Dan Desain), 6(1), 77–93. https://doi.org/10.26740/jpbd.v6i1.51982
Section
Articles

References

Antmen, Ahu. 2000. 20. yüzyıl batı sanatında akımlar [Gerakan seni Barat abad ke-20]. Istanbul, Turki: Sel Yayıncılık.

Arifin, H., & Ridlo, M. H. R. 2025. Implementasi Gamifikasi Berbasis Metode Double Diamond pada Aplikasi Fitme Meningkatkan Retensi Pengguna dalam Program Penurunan Obesitas. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia, 5(8), 2311–2320.https://doi.org/10.52436/1.jpti.910

Bianca, Stefano. 2000. Islamic architecture: Form, function, and meaning. London, Inggris: Thames & Hudson.

Ching, Francis D. K. 2015. Architecture: Form, space, and order (4th ed.). Hoboken, NJ, Amerika Serikat: John Wiley & Sons.

Design Council. 2005. A study of the design process: The Double Diamond [PDF]. London, Inggris: Design Council. Retrieved from https://www.designcouncil.org.uk/our-resources/the-double-diamond

El-Gammal, Ahmed. 2018. The relationship between architecture and fashion design. International Journal of Design Studies, 12(2), 45–53.

Kawamura, Yuniya. 2005. Fashion-ology: An introduction to fashion studies. Oxford.

Leksono, Sonny. 2013. Penelitian kualitatif ilmu ekonomi: Dari metodologi ke metode. Jakarta, Indonesia: PT RajaGrafindo Persada.

Ozlem, Kaya. 2021. Avant-garde art and its reflections on contemporary design. Journal of Art and Design Research, 9(1), 15–23.

Rachman, Rizki Aulia. 2024. Nilai estetika dan spiritual dalam arsitektur Islam. Jurnal Arsitektur Nusantara, 8(1), 10–18. Surabaya, Indonesia: Universitas Negeri Surabaya.

Zoubir, Yahia H. 2002. Morocco and Hassan II Mosque: Architecture and cultural identity. Journal of North African Studies, 7(3), 89–102. London, Inggris: Routledge.