Konstruksi Romantisisme dalam Film From The World Of John Wick: Ballerina Pendekatan Kritik Sastra Feminisme

Authors

  • Aisyah Al Khumaira Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Surabaya
  • Anas Ahmadi Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Surabaya
  • Moh. Ahsan Shohifur Rizal Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi romantisisme dalam film From the World of John Wick: Ballerina melalui pendekatan kritik sastra feminisme. Film ini menghadirkan karakter perempuan sebagai protagonis utama dalam genre aksi modern, tetapi tetap memperlihatkan relasi kuasa patriarkal melalui trauma, pengorbanan emosional, dan objektifikasi tubuh perempuan. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana romantisisme dikonstruksikan dalam film serta bagaimana representasi perempuan dibentuk melalui relasi kuasa gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra feminisme. Sumber data primer berupa adegan, dialog, visualisasi, dan karakterisasi dalam film, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan feminisme dan representasi gender dalam media populer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa romantisisme dalam film dikonstruksikan melalui glorifikasi trauma, loyalitas emosional, dan pengorbanan perempuan sebagai legitimasi heroisme karakter utama. Selain itu, representasi perempuan dalam film memperlihatkan ambiguitas antara pemberdayaan dan subordinasi karena karakter perempuan tetap berada dalam struktur patriarki dan visualisasi male gaze. Film juga menampilkan objektifikasi tubuh perempuan melalui estetika feminitas yang dikombinasikan dengan kekerasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa romantisisme dalam film aksi modern berfungsi sebagai konstruksi ideologis yang menyamarkan dominasi patriarki melalui estetisasi penderitaan dan heroisme perempuan. Temuan penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian feminisme dalam budaya populer dan media kontemporer

Author Biography

Moh. Ahsan Shohifur Rizal, Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Surabaya

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi romantisisme dalam film From the World of John Wick: Ballerina melalui pendekatan kritik sastra feminisme. Film ini menghadirkan karakter perempuan sebagai protagonis utama dalam genre aksi modern, tetapi tetap memperlihatkan relasi kuasa patriarkal melalui trauma, pengorbanan emosional, dan objektifikasi tubuh perempuan. Permasalahan penelitian berfokus pada bagaimana romantisisme dikonstruksikan dalam film serta bagaimana representasi perempuan dibentuk melalui relasi kuasa gender. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra feminisme. Sumber data primer berupa adegan, dialog, visualisasi, dan karakterisasi dalam film, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal, buku, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan feminisme dan representasi gender dalam media populer. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa romantisisme dalam film dikonstruksikan melalui glorifikasi trauma, loyalitas emosional, dan pengorbanan perempuan sebagai legitimasi heroisme karakter utama. Selain itu, representasi perempuan dalam film memperlihatkan ambiguitas antara pemberdayaan dan subordinasi karena karakter perempuan tetap berada dalam struktur patriarki dan visualisasi male gaze. Film juga menampilkan objektifikasi tubuh perempuan melalui estetika feminitas yang dikombinasikan dengan kekerasan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa romantisisme dalam film aksi modern berfungsi sebagai konstruksi ideologis yang menyamarkan dominasi patriarki melalui estetisasi penderitaan dan heroisme perempuan. Temuan penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian feminisme dalam budaya populer dan media kontemporer.

Downloads

Published

2026-06-03

Issue

Section

Articles
Abstract views: 4 , PDF Downloads: 0