Rintisan Unit Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mendukung Adaptasi Belajar dan Pemulihan Trauma Warga Belajar PKBM Sinergi Berdaya
Abstract
Warga belajar putus sekolah (APS) di PKBM Sinergi Berdaya, Kec. Muara Badak, menghadapi hambatan psikososial dan trauma masa lalu yang signifikan, yang berdampak negatif pada adaptasi belajar mereka. Permasalahan utama adalah ketiadaan layanan Bimbingan dan Konseling (BK) yang terstruktur, sehingga penanganan masalah masih bersifat ad-hoc dan reaktif. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk (1) merintis unit layanan BK yang formal dan (2) meningkatkan kapasitas tutor melalui pelatihan keterampilan konseling dasar untuk mendukung pemulihan trauma warga belajar. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan sasaran 5 (lima) orang tutor dan pengelola. Pelaksanaan kegiatan meliputi empat tahap: asesmen kebutuhan (FGD), perancangan dan pelatihan (Keterampilan Dasar Konseling & Trauma-Informed Care), implementasi dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil utama dari kegiatan ini adalah berhasil dirintisnya unit layanan BK "Pojok Curhat Sinergi" yang dilengkapi dengan ruang konseling privat dan Standar Operasional Prosedur (SOP) formal. Selain itu, pelatihan berhasil meningkatkan kapasitas tutor secara signifikan, yang dibuktikan dengan peningkatan nilai post-test rata-rata sebesar 69,1% (dari 48,5 menjadi 82,0) serta terjadinya pergeseran paradigma tutor dalam memahami trauma. Unit layanan ini telah mulai berfungsi dan diakses oleh warga belajar, menunjukkan tumbuhnya kepercayaan. Rintisan ini berhasil mentransformasi layanan psikososial di PKBM dari ad-hoc menjadi terstruktur, memberikan dampak positif awal dalam mendukung adaptasi belajar dan pemulihan trauma.
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andi Wahyu Irawan, Luluk Humairo Pimada

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 0