AESTHETIC FORM OF LEMBU SURO DANCE PERFORMANCE IN KELURAHAN JAGALAN KECAMATAN JEBRES SURAKARTA CITY

Authors

  • Sukmajati Kartika Budi Lestari Universitas Negeri Semarang
  • Indriyanto Indriyanto Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26740/sembadra.v3n1.p1-12

Abstract

Lembu Suro dance is a dance originating from Jagalan Subdistrict, Jebres District, Surakarta City which depicts a symbol of the people who dare to defend the truth and dare to sacrifice for the people. Lembu Suro dance has a distinctive impression of beauty that characterizes the dance. The beauty is in the form of the show through its elements. The purpose of this research is to find out, find, describe the aesthetics of Lembu Suro Dance Performance in Jagalan Village, Jebres District, Surakarta City. This research uses a research approach of a descriptive qualitative approach, a choreographic structure approach and an emic ethical approach. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The data validity technique used triangulation. Triangulation of sources, triangulation of techniques and triangulation of time. The data obtained were then analyzed by describing the components in the dance performance, understanding between the components, and interpreting the value of beauty. The results of this study can be obtained an overview related to the Aesthetics of Lembu Suro Dance Performance which includes the Aesthetics of Performance Forms, Performance Patterns, Performance Elements, and Appraisal of the beauty resulting from subjective and objective beauty assessments.

Keywords: Aesthetic, Form of the Art Performance, Lembu Suro Dance

Author Biographies

Sukmajati Kartika Budi Lestari, Universitas Negeri Semarang

Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Indriyanto Indriyanto, Universitas Negeri Semarang

Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

References

Angge, Indah Chrysanti. 2018. Penciptaan Karya Kriya Logam Faisall Wilma. Jurnal Seni Rupa 06(1): 624633.

Djelantik. 1999. Estetika Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.

Hadi, Sumandiyo. 2005. Sosiologi Tari Sebuah Pengenalan Awal. Yogyakarta: Pustaka.

____________. 1996. Aspek - Aspek Dasar Koregrafi Kelompok. Yogyakarta: Manthili.

Irawanto, Rudi. 2004. Representasi Estetika Jawa Dalam Struktur Ragam Hias Tari Topeng Malangan. Artikel. Jurusan Seni dan Desain. Fakultas Sastra. Universitas Negeri Malang.

Jazuli Muhammad, dan Paranti Lesa. 2020. Bentuk Dan Gaya Kesenian Barongan Blora Form And Art Style Of Barongan Blora. Jurnal Dewa Ruci:Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni 15 (1): 1219.

Kasrath, Agusta Tessaniva. 2014. Tari Lembu Suro Karya Parjio Parsik Di Jagalan Kecamatan Jebres Surakarta. Skripsi. Jurusan Seni Tari. Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Surakarta.

Liang Gie ,The. 1976. Garis Besar Estetik. Yogyakarta. SuperSukses.

Martino Tio, dan Jazuli Muhammad. 2019. Makna Simbolik Pertunjukan Tari Topeng Klana Cirebon Gaya Palimanan. Jurnal Seni Tari 8(2): 161175.

Maryono. 2015. Analisa Tari. Surakarta: ISI Press.

Murgiyanto, Sal. 2003. Tradisi Dan Inovasi. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

____________. 1983. Koreografi Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Prakasiwi, Galih. 2015. Estetika Tari Bongkel Karya Supriyadi. Skripsi. Jurusan Tari. Fakultas Seni Pertunjukan.Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Ratna, Kutha Nyoman. 2015. Estetika Sastra Dan Budaya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rianti, Santoso Hendra, dan Sariada. 2019. Estetika Gerak Tari Rejang Sakral Lanang Di Desa Mayong , Seririt , Buleleng , Bali. Jurnal Mudra Seni Budaya 34 (3): 385393.

Rohidi, Rohendi Tjetjep. 2011. Metodologi Penelitian Seni. Semarang: Cipta Prima Nusantara.

Rohmah, Nur Fatmawati. 2015. Nilai Estetis Pertunjukan Kesenian Sintren Retno Asih Budoyo Di Desa Sidarejakecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sendratasik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang.

Royce, Anya Peterson. 2007. Antropologi Tari. Bandung: Sunan Ambu PRESS STSI Bandung.

Rustiyanti Sri, dan Meilinawati Lina. 2013. Estetika Tari Minang Dalam Kesenian Randai. Jurnal Seni Dan Budaya Panggung 23(1) : 1-108.

Setyawati, Ari. 2016. Nilai Estetis Kesenian Dangsak Di Desa Watulawang Kecamatan Pejagoan Kabupaten Kebumen. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sendratasik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang.

Simatupang Lono Lastoro Gabriel, Soedarsono, Haryono Timbul Dan Sulastuti Indah Katarina. 2017. Tari Bedhaya Ela-Ela Eksplorasi Kecerdasan Tubuh Wanita dan Ekspresi Estetika Rasa Dalam Budaya Jawa. Jurnal Kawistara 7(1) : 1-114.

Sobali, Akhmad. 2017. Nilai Estetika Pertunjukan Kuda Lumping Putra Jatibarang Kabupaten Brebes. Jurnal Seni Tari 6(2) : 1-7.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfa Beta.

____________. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta

Suharto, Ben. 1987. Pengamatan Tari Gambyong Melalui Pendekatan Berlapis Ganda. Artikel. Etnomusikologi III. Medan.

Susanti, Widya. 2015. Nilai Estetis Pertunjukan Tradisional Jathilan Tuo Di Desa Kabupaten Magelang. Artikel. Jurusan Pendidikan Sendratasik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang.

Titisantoso, Putri Mutiara, Indriyanto, dan Utina Tani Usrek. 2020. Estetika Gerak Tari Dadi Ronggeng Banyumasan. Jurnal Imaji 18(1): 6271.

Veronika Eny Iryanti. 2016. Kenikmatan Estetis Dalam Seni: Suatu Tinjauan Filosofis. Artikel. Jurusan Pendidikan Sendratasik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang.

Downloads

Published

2021-04-30

Issue

Section

Editorial
Abstract View: 87