LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMK
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI SISWA SMK
DOI:
https://doi.org/10.26740/jvte.v8n2.p66-72Abstract
Penelitian ini merupakan kajian literature review yang bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Teaching Factory (TeFa) dalam meningkatkan kompetensi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini mengkaji 15 artikel ilmiah dari berbagai program keahlian yang telah menerapkan model TeFa pada konteks pembelajaran vokasi di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa TeFa secara konsisten mampu meningkatkan kompetensi teknis, sosial, manajerial, dan kewirausahaan melalui integrasi teori dan praktik kerja nyata berbasis CBT-PBT, proyek industri, serta unit produksi. Berbagai model seperti TF-6M, pembagian divisi berbasis RIASEC, dan kelas industri terbukti efektif dalam memperkuat motivasi, kreativitas, kolaborasi, serta kesiapan kerja siswa. Temuan ini juga selaras dengan teori experiential learning Kolb dan filosofi belajar berbasis pengalaman menurut Dewey, yang menempatkan aktivitas produksi nyata sebagai inti proses pembelajaran. Meskipun demikian, efektivitas implementasi TeFa tetap dipengaruhi oleh kesiapan sarana dan prasarana, kapasitas guru, manajemen pembelajaran, dan intensitas kemitraan industri. Secara keseluruhan, hasil literature review menegaskan bahwa Teaching Factory layak menjadi strategi utama dalam pendidikan vokasi karena mampu menjembatani kesenjangan antara sekolah dan dunia kerja serta menciptakan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan yang dibutuhkan industri.
References
[1] A. F. Amar, D. Hidayat, dan A. Suherman, “Penerapan model pembelajaran Teaching Factory 6 langkah (model TF-6M) untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa di SMK,” J. Mech. Eng. Educ., vol. 2, no. 2, hal. 120–129, 2015.
[2] A. Suwandi, M. Muktiarni, E. Fitriyani, dan R. P. Setiadi, “Implementasi program Teaching Factory (TEFA) berbasis unit produksi untuk meningkatkan kompetensi kewirausahaan siswa di SMK kepa-riwisataan Bandung Raya,” J. Ilm. Global Educ., vol. 4, no. 4, hal. 2215–2226, Des. 2023.
[3] B. Harbes, Z. Sesmiarni, C. Charles, R. Ahida, I. Iswantir, W. Aprison, dan M. Armedo, “Implemen-tasi model pembelajaran Teaching Factory (TEFA) di SMK Negeri 1 Batipuh,” Paramacitra J. Pengabdi. Masy., vol. 2, no. 1, hal. 9–16, Nov. 2024.
[4] C. Sutianah, “Peningkatan kompetensi kerja berbasis integrasi soft skills, hard skills, dan entrepre-neur skills program keahlian kuliner melalui penerapan Teaching Factory SMK,” J. Ekon. Sos. Hu-maniora, vol. 2, no. 8, hal. 152–167, Agu. 2021.
[5] D. A. Kolb, Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development, Upper Saddle River, NJ: FT Press, 2014.
[6] D. Mardaleta, E. M. Sari, dan F. F. Wardiwira, “Penerapan Teaching Factory pada elemen diversifi-kasi hasil perikanan dalam implementasi kurikulum merdeka di sekolah kejuruan,” J. Oase Nusanta-ra, vol. 2, no. 2, hal. 93–103, Sep. 2023.
[7] F. Abdullah, “Meningkatkan kompetensi peserta didik melalui model pembelajaran Teaching Factory dalam mata pelajaran produktif SMK di Aceh Timur,” J. Educ. Sci., vol. 6, no. 2, hal. 157–164, Jun. 2021.
[8] J. Dewey, “Experience and education,” The Educational Forum, vol. 50, no. 3, pp. 241–252, Sep. 1986.
[9] K. Kurniawati, Z. Intania, dan M. A. Syufagi, “Strategi penerapan Teaching Factory berdasarkan di-visi menggunakan pendekatan RIASEC,” NesabaTech: J. Sains Teknol. Vokasional, vol. 1, no. 1, hal. 1–14, Jan. 2025.
[10] M. A. Al Hakim dan N. Oktarina, “Implementasi pembelajaran Teaching Factory pada Alfamidi class untuk meningkatkan kreativitas dan semangat kewirausahaan siswa SMK Negeri 2 Semarang,” Pendas: J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 9, no. 4, hal. 394–417, Des. 2024.
[11] M. A. Asy’ari, M. Fawaid, dan H. Abdillah, “Analisis kebutuhan dan strategi implementasi Teaching Factory dalam pembelajaran pemesinan di SMK: studi literatur,” J. Innov. Vocat. Educ. Technol., vol. 1, no. 1, hal. 1–11, Jan. 2025.
[12] M. N. Fadilah dan R. Rusijono, “Penerapan Teaching Factory untuk meningkatkan tanggung jawab siswa pada jurusan Desain Komunikasi Visual SMKN 10 Surabaya,” J. Mhs. Teknol. Pendidik., vol. 14, no. 1, hal. 12–22, Jan. 2024.
[13] N. Ngusman, N. Egar, dan E. Wuryandini, “Manajemen Teaching Factory dalam peningkatan mutu konsentrasi keahlian Teknik Audio Video,” J. Manaj. Pendidik., vol. 12, no. 3, hal. 414–423, Des. 2023.
[14] R. D. Rudiatna, “Strategi peningkatan kompetensi siswa melalui penerapan new Teaching Factory pada kompetensi keahlian kriya kayu SMK Negeri 14 Bandung,” J. Educ. Lang. Res., vol. 2, no. 4, hal. 617–625, Nov. 2022.
[15] S. Suciani, “Evaluasi implementasi program Teaching Factory pada program keahlian animasi di SMK Negeri 3 Tangerang Selatan,” J. Riset Manaj. Teknol. Pendidik. Indones., vol. 1, no. 1, hal. 25–30, Sep. 2023.
[16] V. S. Indramayanti, E. Hasanah, dan B. Sudarsono, “Peran keterlibatan siswa dalam implementasi pembelajaran Teaching Factory terhadap kesiapan kerja siswa di SMKN 1 Jatibarang,” Acad. Educ. J., vol. 15, no. 2, hal. 1725–1734, Nov. 2024.
[17] Z. Abidin, S. Siraj, I. Fatwa, A. Bakar, dan M. Muliana, “Penerapan model pembelajaran Teaching Factory (TEFA) pada materi konsep dasar kelistrikan sepeda motor terhadap hasil belajar siswa kelas XI TBSM SMK Negeri 1 Nisam,” J. Penelit. Rumpun Ilmu Tek., vol. 4, no. 2, hal. 46–55, Mei 2025.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 2
,
PDF Downloads: 1


