NEGOSIASI MASKULINITAS DALAM RUANG DIGITAL: STUDI TENTANG MALE BEAUTY INFLUENCER DI INDONESIA

Penulis

  • Yola Ninda Dwi Woro Dyah Sehnur Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.26740/lentera.v6i1.51893

Kata Kunci:

Hegemoni Maskulinitas, Male Beauty Influencer, Media Sosial, Indonesia, Gender

Abstrak

Kemunculan male beauty influencer menantang konstruksi biner gender yang selama ini mengaitkan praktik kecantikan secara eksklusif dengan feminitas. Di Indonesia, peredaran tagar #MakeupIsGenderless membuka ruang bagi laki-laki untuk menampilkan praktik bermake up di ruang publik digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis apakah partisipasi male beauty influencer merepresentasikan bentuk pemberdayaan gender atau justru menjadi reartikulasi hegemoni maskulinitas dalam budaya digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap akun Instagram sejumlah male beauty influencer Indonesia. Dengan menggunakan konsep hegemoni maskulinitas dari Raewyn Connell dan dominasi simbolik dari Pierre Bourdieu, artikel ini berargumen bahwa meskipun fenomena ini tampak mendekonstruksi oposisi biner gender, pada saat yang sama ia berpotensi mereproduksi privilese maskulin. Laki-laki dapat memasuki ruang yang selama ini dikonstruksi sebagai feminin tanpa mengalami tekanan struktural yang secara historis dilekatkan pada perempuan. Dengan demikian, #MakeupIsGenderless tidak hanya berfungsi sebagai wacana pembebasan, tetapi juga sebagai arena negosiasi ulang relasi kuasa gender dalam kapitalisme digital kontemporer.

Referensi

Bourdieu, P. (2010). Dominasi maskulin. Yogyakarta: Jalasutra.

Connell, R. W. (2005). Masculinities (2nd ed.). Berkeley: University of California Press.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage.

Demartoto, A. (2010). Konsep maskulinitas dari zaman ke zaman dan citranya dalam media. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Fairclough, N. (1995). Media discourse. London: Edward Arnold.

Funay, C. M. (2018). Representasi androgini Jovi Adhiguna Hunter di video blog YouTube (Skripsi). Universitas Diponegoro.

Komulainen, V., & Hjort, M. (2017). Men in makeup: Performances of gender transgression in male beauty vloggers’ makeup consumption.

Munfarida, E. (2007). Genealogi kecantikan. Ibda’: Jurnal Studi Islam dan Budaya, 5(2), 241–256.

Wolf, N. (2004). Mitos kecantikan: Kala perempuan menindas perempuan. Yogyakarta: Niagara.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-01

Cara Mengutip

Sehnur, Y. N. D. W. D. (2026). NEGOSIASI MASKULINITAS DALAM RUANG DIGITAL: STUDI TENTANG MALE BEAUTY INFLUENCER DI INDONESIA. LENTERA: JOURNAL OF GENDER AND CHILDREN STUDIES, 6(1), 682–690. https://doi.org/10.26740/lentera.v6i1.51893
Abstract views: 64 , PDF Downloads: 41