Alih Kode dan Campur Kode dalam Video Youtube Channel “Polisi Motret” (Kajian Sosiolinguistik)

Authors

  • Theresia Firdausi Universitas Negeri Surabaya
  • surana surana UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

Abstract

Technological developments are increasingly advanced and influential in the development of language. Many people can use two or more types of languages to communicate daily. The condition of someone who can use two or more languages simultaneously is called the bilingual phenomenon. One sign of bilingualism in society is the use of code-switching and code-mixing for communication. Code-switching and code-mixing are not only found in direct speech but can also be found in YouTube videos, one of which is in the YouTube video channel “Polisi Motret”. Research that discusses code-switching in the YouTube video channel "Motret Police" examines the forms of code-switching and code-mixing as well as the causal factors. This study uses sociolinguistic research on code-switching and code-mixing using the theory of Suwito, Suardi, and Udjang Pairin. This study uses a qualitative descriptive research method with data collection techniques using the technique of free-involved speaking and note-taking. The results of this research found that there were 73 code-switching and code-mixing data, which were composed of 25 code-switching data and 48 code-mixing data. Of the 25 code-switching data found in this study, they are only in the form of internal code-switching. Factors that cause code-switching are (1) speakers, (2) interlocutors, (3) the core issues discussed, (4) to evoke a sense of humor, and (5) prestige. Meanwhile, from 50 code mixing data, it was found that there were 3 forms of code mixing, namely inner code-mixing, outer code-mixing, and mixed code-mixing. The existence of code-mixing is due to the influence of (1) the existence of limited equivalent words, (2) the influence of a second party, and (3) the influence of the element of prestige.

Keywords: Sosiolinguistic, code-switching, code-mixing, youtube.

Abstrak

Perkembangan teknologi yang semakin maju, berpengaruh dalam perkembangan bahasa. Banyak masyarakat yang bisa menggunakan dua jenis bahasa atau lebih untuk berkomunikasi sehari-hari. Keadaan seseorang yang dapat menggunakan dua bahasa atau lebih secara bersamaan disebut fenomena kedwibahasaan. Salah satu tanda adanya dwibahasa dalam masyarakat, yaitu adanya penggunaan alih kode dan campur kode untuk komunikasi. Alih kode dan campur kode tidak hanya ditemukan dalam tuturan langsung tetapi juga dapat ditemukan dalam video-video youtube, salah satunya dalan vidheo youtube channel “Polisi Motret”. Penelitian yang membahas mengenai alih kode yang ada dalam video youtube channel “Polisi Motret” meneliti tentang wujud alih kode dan campur kode serta faktor penyebabnya. Penelitian ini menggunakan penelitian sosiolinguistik mengenai alih kode dan campur kode dengan menggunakan teori Suwito, Suardi dan Udjang Pairin. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan dhatanya menggunakan teknik simak bebas libat cakap lan catat. Hasil penelitian ini ditemukan adanya 73 data alih kode dan campur kode, yang tersusun dari 25 data alih kode dan 48 data campur kode. Dari 25 data alih kode yang ditemukan dalam penelitian ini hanya berwujud alih kode intern. Faktor penyebab terjadinya alih kode, yaitu (1) penutur, (2) lawan tutur, (3) inti permasalahan yang dibahas, (4) untuk membangkitkan rasa humor, dan (5) untuk gengsi. Sedangkan dari 50 data campur kode ditemukan adanya 3 wujud campur kode, yaitu campur kode iner, campur kode outer, dan campur kode campuran. Adanya campur kode tersebut akibat pengaruh dari (1) adanya keterbatasan padanan kata, (2) adanya pengaruh dari pihak kedua, dan (3) pengaruh unsur prestise.

Kata Kunci: Sosiolinguistik, Alih kode, Campur Kode, Youtube.

Downloads

Published

2023-07-29
Abstract views: 123 , PDF Downloads: 277