Perencanaan Rute Angkutan Pariwisata di Kota Surabaya Metode Algoritma Dijkstra
DOI:
https://doi.org/10.26740/mitrans.v4n2.p539-546Keywords:
Pariwisata, Angkutan wisata, Kota Surabaya, Algoritma Dijkstra, Rute terpendekAbstract
Kota Surabaya memiliki lebih dari 60 objek wisata utama dengan jumlah pengunjung yang tinggi, namun efisiensi mobilitas wisatawan masih terbatas akibat minimnya armada dan jadwal angkutan wisata yang belum optimal. Penelitian ini merupakan studi dengan metode kuantitatif. Pendekatan ini diterapkan untuk merancang sistem perencanaan angkutan wisata di Kota Surabaya, dengan menggunakan metode Algoritma Dijkstra untuk merancang rute terpendek transportasi wisata. Penelitian ini bertujuan merancang perencanaan angkutan pariwisata terintegrasi berdasarkan Pedoman Teknis dan algoritma Dijkstra untuk menentukan rute terpendek sepanjang 41,5 km yang mencakup 10 destinasi wisata. Hasil penelitian menunjukkan kebutuhan 28 unit bus kecil berkapasitas 34 penumpang dengan biaya operasional Rp126.000/km, faktor muat 70%. Penerapan model ini mampu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan hingga 2 jam per sirkulasi serta mendukung penguatan ekonomi pariwisata Kota Surabaya. Model perencanaan ini diharapkan bisa menjadi pedoman untuk pengembangan transportasi wisata di Surabaya dan kota-kota lain di Indonesia.
References
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. (2002). SK.687/AJ.206/DRJD/2002 Penyelenggaraan Angkutan Penumpang Perkotaan. Kemenhub.
Pamuji,et al.(2024).Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research (MODERN) Vol.3, No.2, 2024: 297-306 Great Wall Structure Plan Training for Military Base Defense of Anti-Aircraft Design Construction Architecs with United Principle in Pancasila
Perayoga, R., et al. (2023). Implementasi Dijkstra untuk rute wisata Temanggung. Jurnal Teknik, 5(2), 1-10.
Khoir, F. R., et al. (2024). Rute optimal Bandung pakai Dijkstra. Procedia Computer Science, 12, 45-56.
Iskandar, J. S., & Riti, Y. F. (2022). Perbandingan Greedy-Dijkstra Tuban-Surabaya. Jurnal Transportasi, 8(1), 77-85.
Christianti, et al. (2018). Model TDOPTW Surabaya. Jurnal Pariwisata, 4(3), 20-30.
BPS Surabaya. (2024). Statistik Pariwisata Kota Surabaya.
Narotama, M. R., & Wihastuti, L. (2024). Pengembangan Layanan Transportasi Publik Pendukung Pariwisata Keberlanjutan di Kawasan Pantai Selatan Kabupaten Bantul. Altasia Jurnal Pariwisata Indonesia, 6(2), 132-143.
Pratama, A. Y., & Supriyatno, D. (2024). Penentuan Pemilihan Rute Angkutan Umum Di Kabupaten Bojonegoro dalam Mengantisipasi Kemacetan Lalu Lintas, V2N2. 160-170.
Rithoma, R., & Rahmatullah, A. R. (2013). Kajian Rute Angkutan Umum di Banyumanik Semarang Terkait Transportasi yang Berkelanjutan. Jurnal Perencanaaan Wilayah dan Kota, 9(1), 65-73.
Setiawan, S. P. G., Sujaini, H., & Irwansyah, M. A. (2020). Sistem Informasi Objek Wisata dengan Algoritma Djisktra untuk Rute Terdekat dan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) untuk Rekomendasi.(Studi Kasus Kabupaten Bengkayang). JUSTIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi), 8(2), 191-198.
Abstract views: 13
,
PDF Downloads: 14







