ANALISIS FAKTOR FINANCIAL DISTRESS PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BEI

Authors

  • Aisyah Ramadlona Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Indonesia
  • Andi Daniah Pahrany Departemen Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26740/jram.v10n1.p68-76

Abstract

Sektor energi memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan ketahanan energi nasional, sehingga efisiensi dan pengelolaan sumber daya menjadi penting untuk mencegah terjadinya financial distress. Financial distress merupakan kondisi krisis keuangan yang dapat mengancam kelangsungan operasional perusahaan, terutama pada periode transisi 2020 hingga 2023 yang ditandai pandemi, fluktuasi ekonomi global, dan tekanan likuiditas yang tinggi di sektor energi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi financial distress pada perusahaan sub sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020 hingga 2023, dengan mengukur financial distress menggunakan skor kontinu model Springate dan variabel independen berupa likuiditas, leverage, ukuran perusahaan, arus kas, serta sales growth. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model yang dipilih berdasarkan hasil uji Chow, uji Lagrange Multiplier, dan uji Hausman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa likuiditas dan leverage berpengaruh signifikan terhadap financial distress, sedangkan ukuran perusahaan, arus kas, dan sales growth tidak berpengaruh signifikan. Keterbaruan dari penelitian ini terletak pada penggunaan skor Springate dalam bentuk kontinu yang dikombinasikan dengan model regresi data panel pada periode krisis dan pemulihan pandemi khusus di sub sektor energi, sehingga mampu menangkap dinamika tekanan keuangan perusahaan secara lebih sensitif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan likuiditas dan struktur leverage yang optimal menjadi kunci untuk mengurangi risiko financial distress pada perusahaan sub sektor energi dan memberikan wawasan penting bagi pemangku kepentingan dalam merancang kebijakan yang mendukung stabilitas keuangan perusahaan.

Downloads

Published

26-04-26
Abstract views: 0 , PDF Downloads: 0