PEMANFAATAN CHINESE KNOT (中国结) SEBAGAI MEDIA EDUKASI BUDAYA TIONGHOA DI SMA KHADIJAH SURABAYA
DOI:
https://doi.org/10.26740/jpm.v5n2.p133-140Abstrak
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini mengangkat isu keterbatasan pemahaman budaya Tiongkok secara mendalam di kalangan siswa Sekolah Menengah Atas, khususnya di SMA Khadijah Surabaya. Meskipun jumlah peminat pembelajaran bahasa Mandarin terus meningkat, aspek kebudayaan sering kali belum mendapatkan porsi yang memadai dalam kurikulum. Hal ini menjadikan kegiatan pengenalan budaya Tiongkok melalui pendekatan praktis sebagai strategi penting yang belum banyak diimplementasikan. Tujuan utama dari PKM ini adalah memberikan pengalaman belajar lintas budaya secara langsung melalui pelatihan pembuatan Chinese Knot (中国结) sebagai bentuk kesenian tradisional Tiongkok yang sarat makna filosofis. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui demonstrasi langsung, praktik kelompok, dan refleksi budaya, disertai dengan dokumentasi dan pelaporan hasil kegiatan. Analisis dilakukan secara kualitatif melalui observasi, wawancara, dan evaluasi hasil karya siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap nilai-nilai budaya Tiongkok serta antusiasme dalam mengeksplorasi seni tradisional melalui media kerajinan tangan. Luaran utama berupa video dokumentasi, publikasi media massa, serta artikel ilmiah nasional memperkuat diseminasi dan keberlanjutan kegiatan ini. Kesimpulannya, pelatihan ini tidak hanya memperkaya kompetensi budaya siswa, tetapi juga memperkuat relevansi pembelajaran bahasa Mandarin dengan konteks budaya aslinya, sehingga berdampak positif pada pembentukan karakter dan wawasan multikultural siswa.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract views: 121
,
PDF Downloads: 110

















