PEMANFAATAN BIJI RAMBUTAN SEBAGAI BAHAN DASAR PENGGANTI TEPUNG TERIGU PADA PEMBUATAN KUE SEMPRIT BIJI RAMBUTAN

Authors

  • Meda Wahini Wahini Universitas Negeri Surabaya

Keywords:

Cookies, Kue semprit, biji rambutan

Abstract

Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) sebagai buah unggulan nasional memiliki luas panen dan hasil produksi yang tinggi, sehingga limbah yang dihasilkan juga tinggi, sedangkan pemanfaatannya berupa produk pangan berkualitas masih belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui nilai gizi kue semprit biji rambutan; (2) menentukan formulasi terbaik produk olahan biji rambutan berupa kue semprit biji rambutan dari 3 formulasi subtitusi tepung biji rambutan yaitu 5%, 10% dan 15%. Nilai gizi kue semprit biji rambutan terbaik terdiri atas air 3,23%, protein 12,78%, lemak 11,01%, karbohidrat 84,52%, kadar abu 0,61%. Formulasi terbaik didapatkan melalui uji organoleptik dan menghasilkan produk dengan kriteria terbaik pada subtitusi tepung biji rambutan 15% (TR3). Penelitian ini diharapkan dapat menambah jenis pangan berkualitas sehingga meningkatkan diversifikasi pangan nasional.

Kata kunci: Cookies, Kue semprit, biji rambutan

References

<p class="Reference">[1]          Arifin, S. 2011. Studi Pembuatan <em>Cookies</em> Dengan Subtitusi Tepung Pisang Kepok (M<em>usa paradisiaca formatypica</em>). Skripsi. Makasar : Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin.</p><p class="Reference">[2]          Awika JM dan LW Rooney. 2004. Review: sorghum phytochemical and their potential impact on human health. Journal Phytochemistry 65, 1199-1221.</p><p class="Reference">[3]          Avinger, Edith. 1999. Kriteria kue kering yang baik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama</p><p class="Reference">[4]          [Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jendral Holtikultura], 2015. Data Produksi, Produktivitas, dan Panen Nasional Buah Rambutan.</p><p class="Reference">[5]          [BSN] Badan Standarisasi Nasional. 1992. SNI 01-2973-1992. Syarat Mutu dan Cara Uji Biskuit. Badan Standarisasi Nasional : Jakarta</p><p class="Reference">[6]          Chang, R dan W. Tikkanen. 1988. The Top Fifty Industrial Chemicals. Random House, New York</p><p class="Reference">[7]          Henderson dan Perry. 2003. Laporan Penelitian Aplikasi Sistim Kontrol Suhu pada Pengeringan Buah Salak. Jurnal Teknologi, Volume 2 no 1, 70-79</p><p class="Reference">[8]          Ibrahim, Azwar., dan Y. T. Adiputra, 2013, Potensi Ekstrak Kulit Buah dan Biji Rambutan (Nephelium lappaceum) sebagai Senyawa Anti Bakteri Patogen Pada Ikan. e-Jurnal Rekayasa dan Teknologi Budidaya Perairan. Vol I No 2.</p><p class="Reference">[9]          Jayaprakasha, G K, Singh R P, Sakariah, K. K 2001 <em>Foodchemistry</em> . The Journal Of Nutrition. <strong>Vol 73:</strong> 285-90.</p><p class="Reference">[10]      Susanto B. 1994. <em>Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian</em>. Surabaya: PT. Bina Ilmu</p><p class="Reference">[11]      Oktavia, D. A. (2007). Kajian SNI 01-2886-2000 Makanan Ringan Ekstrudat. Jakarta : Jurnal Standarisasi Vol 9 no 1:1-9<em></em></p><p class="Reference">[12]      Ovaskainen M., Riitta T. Jani M. K., Harri S., Jarkko H., Heli R., and Pirjo M 2008 <em>Dietary </em></p><p class="Reference"><em>Intake and Major Food Sources of Polyphenols in Finnish Adults</em>. The Journal of Nutrition. vol. <strong>10:</strong> 563-566</p><p class="Reference">[13]      Maemunah. 2008. Komparasi Uji Karbohidrat Pada Produk Olahan Makanan Dari Tepung Terigu Dan Tepung Biji Rambutan (Nephelium lappaceum Linn). Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.</p><p class="Reference">[14]      Narsih, Yunianta, dan Harijono. 2008. Studi lama perendaman dan lama perkecambahan sorgum (Sorghum bicolour L. Moench) untuk menghasilkan tepung rendah tanin dan fitat. Jurnal Teknologi Pertanian, vol 9 no 3:173-180.</p><p class="Reference">[15]      Nurul, Khasanah. 2007. Kajian Tentang Produk Kue Semprit dengan subtitusi Tepung Ubi Jalar Putih. Skripsi. Universitas Negeri Yogjakarta</p><p class="Reference">[16]      Rosmisari, A. 2006. Review: Tepung Jagung Komposit, Pembuatan dan Pengolahannya. Seminar Nasional Teknologi Inovatif Pascapanen Pengembangan Pertanian, Bogor: Balai besar penelitian dan pengembangan pascapanen pertanian</p><p class="Reference">[17]      Suganda. 2006. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman dalam Larutan Natrium Bikarbonat Terhadap Karakteristik Keripik Pisang. Tesis. Bandung: Universitas Padjadjaran.</p><p class="Reference">[18]      Widowati, Endang. 2006. Pengaruh lama Perendaman Dengan Larutan Kapur Tohor Ca (OH)2 Pada Kulit Buah Mnggis Terhadap Kualitas Kembang Gula Jelly. Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Konsentrasi Tata Boga, Jurusan Teknologi Jasa Dan Produksi, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.</p><p class="Reference">[19]      Wijayanti, ika. 2015. Ekperimen pembuatan kue semprit tepung beras merah. Skripsi. Universitas Negeri Semarang</p><p class="Reference">[20]      Winarno, 2000. Kebijakan pemerintah dalam pengembangan hortikultura Indonesia. Prosiding Seminar Sehari. Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional. Menggali potensi dan meningkatkan prospek tanaman hortikultura menuju ketahanan pangan. Pusat Konservasi Tumbuhan. Kebun Raya Bogor : 9 15.</p><p class="Reference">[21]      Winarno, F.G., 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta</p><p class="Reference">[22]      Winarti, Sri, dan Yudi Purnomo. 2006. Olahan biji buah. Surabaya: Trubus Agrisarana</p><p class="Reference">[23]      Polanditya, P .2007. Biji rambutan sebagai alternatif makanan baru. Universitas Islam Indonesia. Jurnal Ilmu kimia<em> </em>FPMIPA: 1 4.</p><p class="Reference">[24]      Thitilertdecha, N, A. Teerawutgulrag, J.D. Kilburn and N.Rakariyatham. 2010. <em>Identification of Major Phenolic Compounds from Nephelium lappaceum L. and Their Antioxidant Activities. Molecules</em><em>. </em>Food science journal. <strong>Vol 15</strong> pp 14531465.</p>

Published

2019-12-30

Issue

Section

Artikel
Abstract View: 2249