Pelatihan Teknik Terapi Wicara Sederhana Untuk Diterapkan Selama Pandemi COVID-19 Bagi Orangtua Anak Dengan Sumbing Bibir Dan Langit-Langit

Authors

  • Meita Santi Budiani Universitas Negeri Surabaya
  • Siti Ina Savira Universitas Negeri Surabaya
  • Muhammad Syafiq
  • Diana Rahmasari
  • Satiningsih

Abstract

Sumbing bibir dan langit-langit atau yang selanjutnya akan disebutkan sebagai CBL adalah suatu kondisi bawaan lahir dimana bibir dan langit-langit belum menyatu selama proses kehamilan. Beberapa solusi yang dilakukan anak CBL adalah melakukan serangkaian operasi dimana setelah operasi yang kedua dilakukan penyambungan langit-langit. Perkembangan bahasa dan komunikasi sangat dibutuhkan oleh anak-anak dengan celah bibir atau bibir sumbing untuk membantu mereka melafalkan berbagai kata dan melatih anak untuk mengatur pernapasan ketika berbicara, dimana hal tersebut dapat dilakukan dengan terapi wicara. Tetapi dalam kondisi pandemi ini sulit untuk dilakukan. Sehingga dilakukanlah kegiatan pengabdian dengan tujuan memberikan dasar-dasar optimalisasi Bahasa dan bicara anak dan membantu orangtua dalam melatih anak secara mandiri di rumah terutama selama pandemi. Metode yang digunakan adalah service learning dimana terbagi menjadi kegiatan synchronous (penyampaian materi) melalui Zoom Meeting dan asynchronous (pendampingan) melalui WhatsApp Group. Kegiatan diikuti oleh 60 orangtua dengan anak CBL berusia 1-5 tahun di Rumah Terapi Almas. Hasil dari kegiatan pengabdian yang dilakukan adalah (1) pemahaman dan pengetahuan orangtua dengan anak CBL meningkat setelah diadakan kegiatan synchronous pertama, (2) keterampilan orangtua dengan anak CBL dalam memberikan stimulasi sederhana di rumah selama pandemi meningkat setelah kegiatan pendampingan secara asynchronous dan kegiatan synchronous kedua.

References

Atalan, A. (2020). Is the lockdown important to prevent the COVID-9 pandemic? Effects on psychology, environment and economy-perspective. Annals of Medicine and Surgery, 56(June), 38–42. https://doi.org/10.1016/j.amsu.2020.06.010

Putri, Y. (2016). Model terapi perilaku penderita maloklusi bibir sumbing. Jurnal Arbitrer, 3(2), 166–172. http://arbitrer.fib.unand.ac.id/index.php/arbitrer/article/view/50

Sa’ida, N. (2018). Bahasa sebagai salah satu sistem kognitif anak usia dini. Pedagogi : Jurnal Anak Usia Dini Dan Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 16–22. https://doi.org/10.30651/pedagogi.v4i2.1937

Sastra, G. (2011). Neurolinguistik suatu pengantar. Alfabeta.

Silalahi, R. M. (2019). Understanding Vygotsky’S Zone of Proximal Development for Learning. Polyglot: Jurnal Ilmiah, 15(2), 169. https://doi.org/10.19166/pji.v15i2.1544

Sudjatmiko, G. (2018). Penutupan celah bibir oleh dokter bedah plastik. Lingkar Studi Bedah Plastik Press.

Zusfindhana, I. H. (2018). Penerapan terapi wicara konsonan B/P/M/W untuk anak lambat bicara usia 4 tahun. HELPER : Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 35(1), 19–30. https://doi.org/10.36456/helper.vol35.no1.a1455

Downloads

Published

2022-10-01

How to Cite

Budiani, M. S., Savira, S. I., Syafiq, M., Rahmasari, D., & Satiningsih. (2022). Pelatihan Teknik Terapi Wicara Sederhana Untuk Diterapkan Selama Pandemi COVID-19 Bagi Orangtua Anak Dengan Sumbing Bibir Dan Langit-Langit. DEDICATE: Journal of Community Engagement in Education, 1(01), 49–58. Retrieved from https://journal.unesa.ac.id/index.php/dedicate/article/view/19392

Issue

Section

Articles
Abstract views: 493 , PDF Downloads: 1049