BERMAIN PERAN DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA BAHASA JEPANG

Authors

  • Retnani Retnani Universitas Negeri Surabaya

Abstract

Ujaran (speech) merupakan suatu bagian yang integral dari keseluruhan personalitas atau kepribadian, mencerminkan lingkungan sang pembicara, kontak-kontak sosial, dan pendidikannya. Aspek-aspek lain seperti cara berpakaian atau mendandani pengantin, adalah bersifat eksternal, tetapi ujaran sudah bersifat inheren, pembawaan.Ujaran adalah bagian dari berbicara, berbicara merupakan salah satu keterampilan dalam berbahasa. Salah satu teknik dalam pembelajaran berbicara adalah teknik bermain peran. Teknik bermain peran merupakan teknik pembelajaran terakhir pada pembelajaran pembelajaran ini sebagai tataran tertinggi dalam pembelajaran Berbicara. Jika dalam pembelajaran berbicara sebelumnya masih terdapat campur tangan guru, maka dalam Bermain Peran ini sudah hampir 100% murni dari inisiatif, spontanitas dan pemikiran peserta didik. Dalam praktiknya Bermain Peran ini menyerupai sandiwara atau drama, hanya saja dalam bentuk yang lebih kecil/sederhana.

Kata kunci : bermain peran, berbicara, pembelajaran

References

Arsjad , Midar.G dan Mukti. 1991. Pembinaan Kemampuan Berbicara bahasa Indonesia.
Jakarta: Erlangga
Makino, Akiko, dkk. 1998. Minna no Nihongo I dan II. Tokyo : 3A Corporation
Pratiwi, Yuni. 2009. Penerapan Strategi bermain Peran dalam Pembelajaran di taman
Kanak-Kanak. Makalah Disajikan dalam Lokakarya Pembelajaran untuk Anak UsiaDini di TK Negeri Pembina, Malang, 12 September.
Takasaki dan Retnani 2015. Model Bermain Peran Dalam Percakapan Bahasa Jepang.
Belum Diterbitkan
Tarigan, H.G. 2002. Berbicara sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tim Penyusun Bunka Shokyu Nihongo Kaiwa Kyouzai. 1995. Tanoshiku Hanasou. Japan :
Bunka Institute Of Language.
Winataputra,Udin.S.2008.Materi Pokok Teori Belajar Mengajar.Jakarta:Universitas Terbuka.
Yoshikawa. 1998. Cara berbicara bahasa Jepang. Japan: 3A Coorporati

Downloads

Published

2016-09-11
Abstract View: 578