PROGRAM PUSAKA SAKINAH SAAT PRA NIKAH : KESADARAN KESETARAAN GENDER DAN KETAHANAN RUMAH TANGGA

Penulis

  • M. Asif Nur Fauzi STEBI Syaikhona Kholil Sidogiri
  • Khusnul Asma STEBI Syaikhona Kholil Sidogiri
  • Moh. Efendi STEBI Syaikhona Kholil Sidogiri

DOI:

https://doi.org/10.26740/lentera.v6i1.51178

Kata Kunci:

Pusaka Sakinah, Divorce Suit, Women, Gender Equality, Family Resilience

Abstrak

Meningkatnya jumlah kasus perceraian yang diajukan oleh perempuan dalam beberapa tahun terakhir menjadi realitas sosial yang kompleks dan menantang ketahanan keluarga di Indonesia. Fenomena ini tidak hanya menunjukkan melemahnya komitmen perkawinan, tetapi juga meningkatnya kesadaran perempuan terhadap hak, martabat, dan keadilan dalam relasi rumah tangga. Dalam konteks tersebut, Program Pusaka Sakinah sebagai upaya strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan keluarga menghadapi tantangan dalam merespons dinamika relasi gender yang semakin setara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi Program Pusaka Sakinah dalam menghadapi fenomena perceraian yang diajukan oleh perempuan ditinjau dari perspektif kesetaraan gender. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, analisis kebijakan, dan kajian terhadap data perceraian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian yang diajukan oleh perempuan umumnya dipengaruhi oleh relasi kuasa yang tidak setara, kekerasan dalam rumah tangga, ketidakadilan ekonomi, serta lemahnya komunikasi dan pemenuhan hak dalam keluarga. Perspektif kesetaraan gender memandang fenomena tersebut sebagai refleksi perlunya rekonstruksi relasi perkawinan yang adil, setara, dan beradab. Oleh karena itu, Program Pusaka Sakinah perlu dikembangkan secara adaptif dengan mengintegrasikan prinsip kesetaraan gender, perlindungan hak perempuan, serta penguatan kapasitas pasangan suami istri dalam membangun hubungan yang saling menghormati.

Referensi

Akçay, K., Altinay, F., Altınay, Z., Daglı, G., Shadiev, R., Altinay, M., Adedoyin, O.B., & Okur, Z.G. (2024). Global Citizenship for the Students of Higher Education in the Realization of Sustainable Development Goals. Sustainability (Switzerland) , 16 (4). https://doi.org/10.3390/su16041604

Alimi, R., & Nurwati, N. (2021). Faktor penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga terhadap perempuan. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(2), 211–220. https://doi.org/10.24198/jppm.v2i2.34543

Badan Pusat Statistik. (2024). Number of marriages and divorces by province (incident).

Fitri, IS (2022). Faktor Penyebab Tingginya Angka Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Bandung. Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga dan Peradilan Islam, 3 (1). https://doi.org/10.15575/as.v3i1.17547

Habibah, SM (2016). Strengthening the protection of women and children in an effort to maintain a dignified Indonesia through responsibility. In revitalizing local wisdom to build national dignity (p. 1). University press.

Jatiningsih, O., Sarmini, S., & Habibah, SM (2020). Glass-Ceiling in a Single Mother's Life. The Journal of Society and Media , 4 (1). https://doi.org/10.26740/jsm.v4n1.p199-227

Khairuddin, K., & Sapridanur, R. (2024). Program Pusaka Sakinah Bagi Calon Pengantin Muallaf: Studi Kasus Kua Kecamatan Singkil. Al-Sulthaniyah , 13 (1). https://doi.org/10.37567/al-sulthaniyah.v13i1.2732

Nabila, F. (2021). The Role of Sakinah Family Service Center (Pusaka Sakinah) to a Harmony Inside of Family During Pandemic Period on The Perspective of Maslahah Mursalah. Sakina: Journal of Family Studies, 5(1). Retrieved from https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/jfs/article/view/564

Nurjannah, N., Dewi, S. F., Fatmariza, F., & Muchtar, H. (2025). Faktor penyebab tingginya angka cerai gugat di Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman. Journal of Education, Cultural and Politics , 5(1), 70–78. https://doi.org/10.24036/jecco.v5i1.684

Prianto, B., Wulandari, N. W., & Rahmawati, A. (2013). Rendahnya komitmen dalam perkawinan sebagai sebab perceraian. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 5(2), 223–233.

Sanusi, S. R. (2003). Masalah kependudukan di negara Indonesia. Universitas Sumatera Utara. 1–7.

Rais, Isnawati. (2014). Tingginya Angka Cerai Gugat (Khulu') Di Indonesia: Analisis Kritis Terhadap Penyebab Dan Alternatif Solusi Mengatasinya. Al-´Adalah, 12 (1), pp. 191-204, doi:10.24042/adalah.v12i1.183.

Ridwan, M. F. (2023). Perceraian di Kota Bandung capai 7.365 perkara di tahun 2022. Republika.

Riyadi, A., & Mustika, L. (2023). Bimbingan perkawinan melalui program pusaka sakinah di Kantor Urusan Agama Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes. Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 6(1), 56–70. https://doi.org/10.24235/prophetic.v6i1.14758

Sulthonudin, J., Yustafad, & Musthofa, A. H. (2019). Cerai gugat istri akibat suami dipidana penjara menurut perspektif hukum Islam dan hukum positif (Analisis Putusan Nomor. 609/Pdt.G/2018.PA.Kdr). Legitima: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 2(1), 1–16. https://doi.org/10.33367/legitima.v2i1.1072

Wafa, M. A., Quthny, A. Y. A., & Syafi'i, I. (2023). Peran pusaka sakinah dalam upaya penurunan angka perceraian di KUA Besuk Kabupaten Probolinggo. IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman, 7(2), 282–292.

Yudia, S. M., Cahyo, K., & Kusumawati, A. (2018). Perilaku Seksual Pranikah pada Mahasiswa Kost (Studi Kasus pada Perguruan Tinggi “X” Di Wilayah Jakarta Barat). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 819-825. https://doi.org/10.14710/jkm.v6i1.20324

Diterbitkan

2026-06-01

Cara Mengutip

Fauzi, M. A. N., Asma, K., & Efendi, M. (2026). PROGRAM PUSAKA SAKINAH SAAT PRA NIKAH : KESADARAN KESETARAAN GENDER DAN KETAHANAN RUMAH TANGGA. LENTERA: JOURNAL OF GENDER AND CHILDREN STUDIES, 6(1), 614–630. https://doi.org/10.26740/lentera.v6i1.51178
Abstract views: 30 , PDF Downloads: 15